Kabut Asap Kaltim Kembali Muncul, Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Berkendara?
Kabut asap kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Kondisi ini bukan hanya membuat langit terlihat lebih buram, tetapi juga dapat mengurangi jarak pandang dan membuat perjalanan di jalan raya membutuhkan kewaspadaan lebih.
Pada 3 Oktober 2026, kabut asap dilaporkan mengganggu jarak pandang di ruas Samarinda–Anggana. Asap terlihat memenuhi badan jalan, terutama menjelang sore ketika pencahayaan alami mulai berkurang.
Sebelumnya, kondisi serupa juga sempat terjadi di Balikpapan. Pada 22 September, jarak pandang pagi hari dilaporkan turun hingga sekitar 3 kilometer akibat kabut asap yang terbawa angin dari sejumlah wilayah.
Artinya, bagi masyarakat yang tetap harus bepergian, kondisi udara dan jarak pandang menjadi salah satu hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum berangkat.
5
Ilustrasi kondisi jalan saat kabut asap. Foto terkait kabut asap di Tanah Grogot, Kalimantan Timur pernah didokumentasikan ANTARA.
Kenapa Kabut Asap Bisa Mengganggu Perjalanan?
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat membuat pandangan pengendara menjadi terbatas. Semakin tebal asap yang berada di sekitar jalan, semakin sulit melihat kendaraan, marka jalan, maupun kondisi jalan di depan.
Situasi ini tentu berbeda dengan berkendara pada kondisi normal.
Pengendara yang biasanya dapat melihat jalan jauh ke depan harus lebih mengandalkan jarak pandang yang tersedia. Perubahan kondisi juga bisa terjadi cukup cepat, terutama ketika melewati kawasan yang asapnya lebih tebal.
Karena itu, perjalanan yang biasanya terasa biasa saja dapat membutuhkan waktu dan perhatian lebih ketika kondisi udara sedang buruk.
Jangan Hanya Mengandalkan Lampu Kendaraan
Saat jarak pandang mulai berkurang, menyalakan lampu kendaraan dapat membantu membuat kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.
Namun, lampu bukan berarti membuat perjalanan otomatis aman.
Kecepatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi jarak pandang. Jangan mempertahankan kecepatan seperti saat kondisi jalan sedang cerah jika pandangan ke depan sudah mulai terbatas.
Selain itu, hindari penggunaan lampu yang justru membuat pengendara lain silau. Yang paling penting adalah memastikan kendaraan terlihat dan pengemudi tetap bisa membaca kondisi jalan di depannya.
Kurangi Kecepatan Saat Pandangan Mulai Terbatas
Salah satu hal sederhana yang bisa dilakukan adalah mengurangi kecepatan.
Alasannya bukan hanya agar kendaraan lebih mudah dikendalikan, tetapi juga memberikan waktu reaksi lebih panjang jika tiba-tiba ada kendaraan berhenti, kendaraan dari arah berlawanan, atau kondisi lain yang tidak terlihat dari jauh.
Jangan memaksakan kecepatan hanya karena ingin mengejar waktu sampai tujuan.
Apalagi jika perjalanan dilakukan di jalan yang belum familiar.
Beri Jarak Lebih dengan Kendaraan di Depan
Dalam kondisi normal, pengemudi mungkin masih bisa memperkirakan posisi kendaraan di depannya dengan mudah.
Saat asap mulai tebal, situasinya berbeda.
Menjaga jarak lebih jauh memberikan ruang jika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak. Hindari mengikuti kendaraan terlalu dekat hanya karena ingin menjadikannya sebagai patokan arah.
Jika jarak pandang benar-benar terbatas, pilihan yang lebih aman adalah mencari tempat berhenti yang aman dan menunggu kondisi membaik.
Cek Kondisi Sebelum Memulai Perjalanan
Sebelum berangkat, jangan hanya mengecek rute melalui aplikasi navigasi.
Perhatikan juga informasi mengenai cuaca, kualitas udara, kondisi jalan, serta potensi karhutla di wilayah yang akan dilewati.
BPBD Kaltim sendiri masih melakukan pemantauan dan penanganan karhutla, dengan laporan harian yang terus diperbarui.
Untuk perjalanan yang melewati beberapa wilayah, kondisi di titik keberangkatan belum tentu sama dengan kondisi di daerah tujuan.
Jadi, kalau akan melakukan perjalanan cukup jauh, ada baiknya mengecek kondisi secara berkala dan bukan hanya sekali sebelum berangkat.
Kalau Kondisinya Terlalu Tebal, Jangan Memaksakan Perjalanan
Ini bagian yang sering dilupakan.
Kalau asap sudah sangat tebal sampai membuat jalan sulit terlihat, menunda perjalanan bukan berarti berlebihan.
Beberapa laporan di Kalimantan menunjukkan bagaimana jarak pandang yang sangat terbatas akibat karhutla dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Pada awal Oktober, misalnya, asap tebal di jalur Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama di Kalimantan Tengah dilaporkan berkaitan dengan sejumlah kecelakaan dan pengguna jalan diminta sementara tidak melintasi jalur tersebut.
Walaupun kejadian tersebut berada di Kalimantan Tengah, situasinya menjadi pengingat bahwa kondisi asap di jalan tidak boleh dianggap sama dengan kabut biasa.
Jika perjalanan tidak mendesak, menunggu kondisi lebih baik bisa menjadi pilihan yang jauh lebih masuk akal.
Perjalanan Jauh Perlu Persiapan Lebih
Bagi yang memang harus melakukan perjalanan antarwilayah di Kaltim, persiapannya sebaiknya tidak hanya soal kendaraan.
Perhitungkan kemungkinan waktu tempuh menjadi lebih panjang. Siapkan rute alternatif jika diperlukan dan jangan membuat jadwal terlalu mepet.
Hal ini terutama penting untuk perjalanan yang memiliki jadwal lanjutan, seperti mengejar penerbangan, meeting, agenda kerja, atau penjemputan.
Kabut asap juga tidak selalu muncul dengan ketebalan yang sama sepanjang hari. Karena itu, kondisi aktual di lapangan tetap perlu menjadi pertimbangan sebelum melanjutkan perjalanan.
Bagaimana dengan Kendaraan Rental?
Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan rental untuk perjalanan di tengah kondisi seperti ini, prinsipnya tetap sama: keselamatan harus menjadi pertimbangan utama.
Sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi baik, lampu berfungsi dengan normal, kaca dan wiper bersih, serta perjalanan sudah disesuaikan dengan kondisi rute.
Jika menggunakan layanan dengan pengemudi, pengemudi juga perlu mengetahui rute dan mampu menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi di lapangan.
Yang paling penting, jangan memaksakan perjalanan hanya karena kendaraan sudah terlanjur dipesan.
Kondisi jalan dan cuaca tetap menjadi pertimbangan utama.
Jangan Lupa Lindungi Diri dari Paparan Asap
Selain keselamatan berkendara, kondisi udara juga perlu diperhatikan.
Ketika asap cukup tebal, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan. Jika harus keluar, gunakan perlindungan yang sesuai dan perhatikan informasi kualitas udara.
Di wilayah Mahakam Ulu, misalnya, warga sempat melaporkan jarak pandang terganggu akibat asap karhutla dan mengimbau masyarakat lebih berhati-hati ketika berkendara.
Jadi, persoalannya bukan hanya “apakah mobil masih bisa jalan?”, tetapi juga apakah kondisi perjalanan memang cukup aman untuk dilakukan.
Kabut Asap Bukan Alasan untuk Panik, tapi Juga Jangan Dianggap Sepele
Kabut asap merupakan kondisi yang bisa berubah-ubah. Ada waktu ketika asap hanya membuat suasana terlihat berkabut, tetapi ada pula kondisi ketika jarak pandang turun cukup signifikan dan mulai mengganggu aktivitas di jalan.
Karena itu, kuncinya adalah pantau kondisi, sesuaikan kecepatan, jaga jarak, dan jangan memaksakan perjalanan ketika situasi sudah tidak memungkinkan.
Untuk perjalanan jauh di Kaltim, sedikit tambahan waktu untuk mengecek kondisi sebelum berangkat bisa jauh lebih berharga daripada terburu-buru mengejar jadwal.
Butuh Kendaraan untuk Perjalanan di Kaltim?
Kalau kamu punya kebutuhan perjalanan di Balikpapan maupun antarwilayah Kalimantan Timur, Rental Kaltim siap membantu kebutuhan kendaraan untuk berbagai keperluan perjalanan.
Sebelum berangkat, tentukan rute dan kebutuhan perjalananmu, lalu pilih kendaraan yang sesuai. Untuk informasi armada, ketersediaan, dan pemesanan, hubungi Rental Kaltim.
Rental Kaltim — siap menemani perjalananmu di Kalimantan Timur, dengan tetap mengutamakan perjalanan yang aman dan nyaman.
